1. PENDAPATAN PER KAPITA (PPK)
Dalam ekonomi makro, indikator ini adalah bagian kesejahteraan manusia yang dapat diukur (measurable), sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
2. STRUKTUR EKONOMI
Peningkatan PPK dapat menyebabkan terjadinya perubahan struktural dalam bidang ekonomi dan segmentasi sosio-ekonomi.
Konstribusi sektor industri dan jasa terhadap pendapatan nasional juga ikut meningkat akibat meningkatnya PPK. Diagram kontribusi tiap sektor bisa berubah akibat meningkatnya sektor industri dan jasa yang berakibat naiknya tingkat upah dan meluasnya lapangan kerja dan angkatan kerja yang tersedia. namun beberapa sektor lain dapat menurun kontribusinya terhadap Pendapatan Nasional, misalnya sektor pertanian.
3. ANGKA TABUNGAN
Investasi yang terjadi dalam era industrialisasi dengan produktivitas yang tinggi memerlukan modal usaha yang dapat
diperoleh dari tabungan swasta maupun pemerintah.
4. URBANISASI
Urbanisasi adalah meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Menurut pengalaman industrialisasi di berbagai negara, kecepatan urbanisasi akan meningkat dengan meningkatnya industrialisasi. Di negara-negara industri, sebagain besar penduduk tinggal di perkotaan, sedangkan di negara-negara yang sedang berkembang proporsi penduduk yang tinggal di pedesaan umumnya lebih besar. Oleh karena itulah, urbanisasi dipakai sebagai salah satu indikator perkembangan pembangunan ekonomi.
5. INDEKS KUALITAS HIDUP (IKH)
Indeks Kualitas Hidup (IKH) atau Physical Quality of Life Index (PQLI) dipakai untuk mengukur kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Pendapatan Nasional maupun Pendapatan per Kapita sama sekali tidak cukup memberikan gambaran kemakmuran. Sebagai contoh, pendapatan nasional ataupun per kapita dapat saja meningkat, tetapi tidak diikuti oleh meningkatnya kesejahteraan.
Indeks Kualitas Hidup dihitung berdasarkan pada :
(1) Angka Rata-rata HARAPAN HIDUP pada UMUR SATU TAHUN,
(2) ANGKA KEMATIAN BAYI, dan
(3) ANGKA MELEK HURUF.
Ketiga faktor tersebut dapat memberikan petunjuk tentang kesejahteraan masyarakat suatu negara, karena tingginya kemampuan ekonomi keluarga akan mempengaruhi kondisi pendidikan anggota-anggotanya.
6. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (Human Development Index)
The United Nations Development Program (UNDP) telah membuat indikator pembangunan yang lain,
sebagai tambahan untuk beberapa indikator yang telah ada. Landasan dibuatnya indeks ini adalah pentingnya memperhatikan kualitas
sumber daya manusia (SDM). Menurut UNDP, pembangunan hendaknya ditujukan kepada pengembangan SUMBER DAYA MANUSIA. Dalam hal ini, pembangunan dapat diartikan sebagai suatu proses yang bertujuan mengembangkan pilihan-pilihan yang dapat dilakukan oleh anggota masyarakat. Hal ini dilandasi asumsi bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia akan diikuti oleh bertambah-banyaknya pilihan dan peluang untuk menentukan jalan hidup manusia secara bebas.
Pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai faktor penting dalam kehidupan manusia, tetapi tidak secara otomatis akan mempengaruhi peningkatan martabat dan harkat manusia. Dalam hal ini, ada 3 faktor lagi yang sangat menentukan dalam menilai keberhasilan pembangunan, yaitu UMUR HARAPAN HIDUP dan KESEHATAN, TINGKAT PENGETAHUAN & PENDIDIKAN yang diperoleh, dan meningkatnya akses untuk KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK.
Pengembangan manusia berkaitan erat dengan peningkatan kapabilitas manusia yang dapat dirangkum dalam peningkatan pengetahuan (knowledge), tingkat kesehatan manusia dan lingkungan (individual & community health), sikap (attitude) dan ketrampilan dan kemampuan (skills and capability).